Berkarya dengan cita rasa, Berdaya untuk Indonesia
Dusun Bendo, Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
MENGENAL KWT SUBUR MAKMUR
Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur di Dusun Bendo, Kulon Progo, Yogyakarta, adalah komunitas perempuan yang fokus pada pengembangan pertanian dan produk turunannya. Didirikan pada 2 Agustus 2022 dan dikukuhkan pada 23 April 2024, KWT ini berkomitmen meningkatkan kualitas hidup anggotanya melalui pertanian dan UMKM.
Bidang usaha yaitu memproduksi olahan makanan dari tepung mocaf, camilan, sirup, dan selain markisa, berkontribusi pada ketahanan pangan dan menciptakan peluang ekonomi. Melalui kerja sama, mereka memanfaatkan potensi lahan dan menjadi inspirasi bagi pemberdayaan perempuan serta promosi produk lokal. KWT Subur Makmur membangun ikatan kuat antaranggota dan masyarakat demi komunitas yang harmonis.
KWT Subur Makmur hadir sebagai jawaban taktis sekaligus strategis bagi para ibu rumah tangga di Dusun Bendo. Dengan memanfaatkan kearifan lokal, kelompok ini mengubah bahan baku sederhana yang tangguh di lahan kering seperti singkong dan markisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi guna mewujudkan kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan
FILOSOFI KWT SUBUR MAKMUR "Lahan karst boleh gersang, namun kreativitas dan produktivitas perempuan Bendo akan selalu tumbuh subur dan membawa kemakmuran bersama."
KEMITRAAN DENGAN STAKEHOLDER
Keberhasilan dan kesinambungan program-program KWT Subur Makmur tidak lepas dari dukungan ekosistem multipihak yang kokoh. Sebagai kelompok yang aktif dalam program Corporate Social Responsibility (CSR), KWT Subur Makmur merupakan mitra binaan utama dari PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu. Melalui payung program PUSPALOKA (Pusaka Pangan Lokal), Pertamina berkomitmen menyalurkan investasi sosial, pendampingan kelembagaan, serta bantuan infrastruktur penunjang produksi. Sinergi ini semakin diperkuat dengan keterlibatan sektor akademisi, di mana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui Prodi Pengembangan Masyarakat Islam turut andil secara berkala menerjunkan mahasiswa dan dosen pendamping dalam skema pengabdian masyarakat.
Sinergi triple-helix antara masyarakat (KWT), korporasi (Pertamina), dan akademisi (UINSuKa) ini berfokus penuh pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penerapan teknologi tepat guna dalam memproses produk lokal premium seperti tepung mocaf, aneka camilan, hingga sirup buah olahan.